Tutorial - Mengecek Level Cairan Pendingin Mesin Peugeot 307
![]() |
| Ruang Mesin Peugeot 307SW 2.0L Petrol |
Salam 307OCe,
Melanjutkan tulisan di artikel
sebelumnya mengenai perawatan rutin, perlu adanya pengecekkan yang harus
dilakukan secara rutin pada kendaraan anda. Apalagi jika kendaraan anda selalu
digunakan setiap hari. Pre-cek biasanya dilakukan ada pagi hari dimana sebelum
kendaraan digunakan. Dan tentu harus dilakukan catatan2 jika ditemukan ada hal
hal yang perlu dilakukan tindakan perbaikan.
Cairan coolant
Kalo mengacu ke manual dari
pabrikan, disarankan menggunakan coolant PROCOR atau Glysantin dengan antifeeze
yang tidak ada di Indonesia, mungkin harus pesan khusus melalui bengkel resmi.
Tapi, berdasarkan rekomendasi dari pengguna, banyak yang menggunakan produk umum
seperti Preston, Top-1, Pro-V, Master bahkan banyak yang menggunakan air biasa.
Sebagian menyarankan jika menggunakan air, lebih baik menggunakan air dari
hasil kondensasi AC karena sedikit kandungan mineralnya. Sebenarnya
tidak masalah menggunakan cairan mana saja untuk pendingin radiator karena
kembali lagi pada perawatan dari Radiator itu sendiri. Apabila radiator di
rawat dengan baik, seharusnya cairan apa pun yang digunakan akan tetap baik.
Namun, sebaiknya tetap menghindari cairan
yang tidak efektif seperti air biasa karena memiliki resiko yang tinggi untuk
merusak radiator. Cara paling mendasar untuk merawat radiator adalah dengan
menguras radiator secara teratur sehingga sistem pendinginan mesin dapat bekerja
optimal. Satu hal juga yang perlu diperhatikan adalah ketika mengganti cairan
radiator.
Mengecek Cairan Pendingin
Catatan:
Jangan melakukan pengecekkan dan
penambahan cairan pendingin mesin pada saat kondisi mesin panas.
Peugeot 307 tidak tersedia lubang
pengisian cairan coolant langsung pada bagian radiator. Hanya ada 1 titik
pengisian melalui tabung reservoir di sisi kiri ruang kiri (lihat gambar).
- Pastikan sebelum membuka tutup bahwa temperature dalam kondisi dingin. Buka penutup reservoir dengan sedikit menekan dan memutar kearah kiri. Putar setengah putaran, untuk melepas kemungkinan masih adanya pressure akibat panas dari cairan.
- Isi cairan coolant melalui lubang reservoir dengan menggunakan corong, untuk menghidari terjadinya tumpahan. Isi coolant hingga batas maksimum yang ditunjukkan pada badan reservoir MIN-MAX.
- Tutup kembali dengan rapat. Jangan lupa untuk melihat kondisi tutup reservoir, karena tutup tersebut memiliki mekanisme pressure release jika terjadi overpressure pada cairan pendingin.
Bagaimana cara mengganti cairan
coolant?
Akan dibahas di artikel berikut.
Salam
307PugLover

Comments
Post a Comment